
Situs jual beli properti saat ini menjadi pilihan utama untuk orang-orang yang ingin menjual maupun membeli rumah. Platform semacam ini memungkinkan pengguna memasang iklan atau mencari properti. Meskipun begitu, ada risiko-risiko yang mungkin terjadi seperti potensi penipuan atau keamanan data.
Artikel ini akan membahas tentang cara aman untuk memanfaatkan situs jual beli ini secara cerdas. Sehingga Anda bisa memanfaatkan situs ini dengan nyaman dan tidak menjadi korban penipuan.
Memilih Situs Properti Terpercaya
Pastikan situs properti yang Anda gunakan sudah terverifikasi dan reputasi baik. Indikator yang bisa Anda jadikan acuan, diantaranya memiliki ulasan positif, banyak pengguna aktif, informasi developer atau agen jelas, mendukung fitur verifikasi properti hingga ada layanan customer service yang responsif.
Jangan mudah tergoda dengan tawaran harga yang terlalu murah atau iklan mencolok dari situs properti. Pastikan kalau situs tersebut bukan hanya profesional, tetapi memiliki sistem keamanan.
Verifikasi Identitas Penjual dan Pembeli
Transaksi jual beli properti online cukup berisiko, terlebih nilai yang ditawarkan relatif tinggi. Anda harus memahami siapa orang yang ada di balik akun penjual atau pembeli. Pastikan Anda memeriksa e-KTP, dokumen kepemilikan properti, dan nama yang tercantum dalam sertifikat tanah. Hindari penjual ataupun pembeli anonim yang tidak mau bertemu secara langsung.
Pastikan Anda juga mengecek harga pasar properti di lokasi yang dituju. Kalau Anda melihat iklan mencurigakan yang menawarkan harga terlalu rendah atau data minim, abaikan saja.
Memastikan Informasi Properti Secara Detail
Ketika Anda sudah menemukan properti yang cocok secara visual, pastikan memeriksa informasi yang tercantum. Jika memungkinkan, verifikasi informasi melalui sumber-sumber lain atau agen properti.
Cek secara detail informasi mengenai properti yang ditampilkan dalam situs. Termasuk luas bangunan, luas tanah, fasilitas, kondisi rumah hingga berbagai informasi relevan. Cari tahu pula mengenai riwayat properti seperti masalah renovasi, sejarah kepemilikan hingga persoalan lain yang berpengaruh terhadap nilai properti.
Menggunakan Fitur Chat Resmi dari Situs
Situs jual beli properti yang terpercaya biasanya memiliki fitur chat internal. Sehingga komunikasi antara pembeli dan penjual bisa terekam secara utuh. Hindari berkomunikasi melalui telepon atau WhatsApp sebelum Anda benar-benar mengenal pihak lain dengan cukup.
Apabila ada sengketa, percakapan dalam fitur chat resmi bisa Anda lacak. Ini juga melindungi Anda dari potensi penipuan maupun manipulasi. Selain itu, batasan aktivitas ilegal dan spam juga lebih terkontrol.
Hati-Hati dengan Harga di Bawah Pasaran
Pastikan sebelum melakukan transaksi jual beli properti, Anda sudah melakukan riset harga pasar di lokasi tersebut. Apabila harganya jauh dari harga pasaran, sebaiknya waspada. Biasanya penipu sering kali menggunakan modus butuh uang atau diskon besar untuk mengelabui calon korban.
Cobalah untuk menanyakan alasan properti dijual dengan harga rendah. Sekira alasannya tidak masuk akal, sebaiknya pikirkan kembali. Bisa jadi properti sedang dalam proses lelang, sengketa maupun properti sitaan.
Meminta Foto dan Video
Meskipun penjual sudah memposting foto-foto properti, tetapi untuk cek keasliannya perlu memintanya secara lebih jelas. Waspada kalau mereka tidak mampu menyediakan foto atau video yang Anda minta. Sekalipun mereka bisa membuktikannya, cek lagi lokasinya apakah sesuai. Jika perlu, bisa langsung mengunjungi properti secara langsung ke lokasi.
Jangan lakukan transaksi online sebelum Anda melihat langsung bagaimana kondisi fisiknya. Apabila penjual memaksa untuk transaksi segera atau alasan sedang berada di luar negeri, kemungkinan besar penipuan.
Memeriksa Dokumen Properti
Dokumen legalitas sangat penting untuk membuktikan keamanan properti. Beberapa dokumen penting diantaranya Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB), Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun terakhir, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga surat pernyataan bebas sengketa. Jika perlu, Anda bisa konsultasi dengan ahli hukum atau notaris untuk memeriksa keaslian dokumen tersebut.
Hindari Transaksi di Luar
Mungkin saja Anda bertemu penjual yang meminta proses pembayaran dilakukan di luar situs resmi. Misalnya mereka mengirimkan nomor rekening pribadi ataupun mengatur pertemuan secara mendadak. Sebaiknya Anda waspada dengan hal semacam ini.
Pada dasarnya, tidak ada perlindungan dari sistem apabila terjadi penipuan di luar situs resmi. Bukti komunikasi yang Anda gunakan di luar pun bisa jadi tidak sah di mata hukum. Anda juga memiliki risiko kehilangan uang ataupun data pribadi. Jadi, pastikan Anda menggunakan metode transaksi resmi yang direkomendasikan situs jual beli.
Membuat Perjanjian Jual Beli
Proses jual beli sudah semestinya ada kesepakatan tertulis yang sah di mata hukum. Gunakan bantuan ahli hukum untuk menyusun perjanjian jual beli agar terhindar dari risiko kerugian. Lakukan pula riset dan cek informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan melakukan pembelian.
Lakukan Pertemuan di Tempat Aman
Ketika Anda melakukan pertemuan, tidak ada perlindungan pasti. Situs jual beli properti hanya memfasilitasi keamanan jual beli secara online. Jika ada pertemuan di luar, sudah bukan menjadi tanggung jawab situs tersebut.
Pastikan Anda melakukan pertemuan di tempat yang aman, seperti kantor notaris, kantor agen properti yang resmi, dan lokasi properti didampingi orang terpercaya. Hindari melakukan pertemuan di tempat-tempat yang tidak familiar, apalagi jika sendirian.
Menggunakan Rekening Bersama
Meskipun sudah melakukan pertemuan, transaksi aman bisa Anda lakukan melalui rekening bersama. Transaksi ini memungkinkan Anda mentransfer biaya kepada pihak ketiga, baik penyedia situs maupun notaris. Setelah itu, barulah mereka menyerahkan dana kepada penjual apabila dokumen dan persyaratan sudah terpenuhi.
Jika Anda ingin melakukan pembayaran secara tunai, baiknya lakukan di kantor notaris. Ini mampu menghindarkan Anda dari risiko penipuan karena ada pihak-pihak legal yang mengawasi.
Jangan Membayar DP sebelum KPR Disetujui
Tidak semua orang membeli rumah secara lunas, ada pula yang memilih KPR. Ini bergantung dari kemampuan finansial masing-masing orang. Apabila Anda melakukan transaksi dengan KPR, jangan bayar DP sebelum disetujui oleh pihak developer maupun bank. Sebab, tidak ada jaminan apakah bank akan setuju meskipun developer sudah bekerja sama.
Lihat Ulasan Pengguna
Ulasan merupakan hal penting yang harus Anda perhatikan karena bersumber dari pengguna lain. Biasanya mereka sudah pernah melakukan transaksi melalui situs properti.
Situs terpercaya biasanya menyediakan rating berdasarkan performa, komentar dari pelanggan sebelumnya hingga status keanggotaan pembeli/penjual. Ini sangat membantu Anda mengenali pihak yang benar-benar melakukan transaksi secara amanah.
Bagaimana jika Anda tidak menemukan fitur rating ataupun komentar? Sebaiknya hindari situs tersebut. Sebab, informasi ini menjadi indikator kepercayaan pengguna terhadap situs maupun penjual.
Itulah penjelasan mengenai cara aman jual beli properti secara aman. Memang situs jual beli properti memudahkan Anda, tetapi butuh kewaspadaan ekstra. Jangan mudah tergoda dengan harga murah, verifikasi identitas penjual/pembeli, dan utamakan keamanan dalam tiap langkah transaksi. Jadilah pengguna cerdas dan terhindar dari jebakan penipu.
